Ditanya Soal Bagi-bagi Jatah Menteri di Kabinet, Jokowi : Enggak Usah Tergesa-Gesa

oleh

Uri.co.id – Sosok Joko Widodo alias Jokowi membuat pembawa acara terpingkal saat menjawab pertanyaan soal bagi-bagi jatah menteri di kabinetnya.

Hal tersebut terjadi saat Jokowi menjadi narasumber di program acara wawancara ekslusif merajut kembali persatuan bangsa dilansir Uri.co.id pada Minggu (26/5).

Di acara tersebut, Jokowi mendapatkan sejumlah pertanyaan terkait hasil Pilpres 2019.

Sebagaimana diketahui, Jokowi telah memenangkan hasil Pilpres 2019 berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan KPU.

Dengan menangnya Jokowi berdasarkan rekapitulasi suara maka bisa diartikan sosok Jokowi akan memimpin Indonesia dalam 2 periode.

Adanya kemenangan itu juga tersebar isu mengenai jatah-jatah menteri di kubu Jokowi.

Menanggapi isu yang beredar tersebut, pembawa acara lantas menanyakan kebenarannya.

“Ada beberapa pihak yang merasa sudah mendukung Pak Jokowi dan memenangkan bapak, sudah menyampaikan dan mengharapkan posisi di pemerintahan atau jatah menteri nih pak. Bagaimana tanggapan bapak?” tanya pembawa acara.

Sesaat setelah mendapatkan pertanyaan tersebut, ayah anak tiga itu tampak tertawa.

Lantas Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan, pihaknya belum membicarakan terkait berbagai posisi menteri di forum koalisi.

Jokowi menegaskan, posisi pembagian menteri akan dibahasnya setelah dirinya benar-benar dilantik sebagai presiden terpilih.

“Belum sama sekali kita membicarakan di forum koalisi. Setelah dilantik mungkin baru membicarakannya,” jelas Jokowi.

“Mungkin ada pihak yang berharap pak?” tanya pembawa acara.
Ditanya Soal Bagi-bagi Jatah Menteri, Reaksi Jokowi Buat Pembawa Acara Terpingkal

Ditanya Soal Bagi-bagi Jatah Menteri, Reaksi Jokowi Buat Pembawa Acara Terpingkal ()

“Enggak usah tergesa-gesa,” jawab Jokowi.

Sontak reaksi Jokowi tersebut membuat pembawa acara terpingkal.

“Ya tapi kalau bicara saja enggak apa-apa,” sambungnya.

“Jadi harapan didengar dulu ya?” tanya pembawa acara.

“Ya enggak apa-apa, keinginan dan masukkan juga boleh,” aku Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga menjawab mengenai wacana zaken kabinet di pemerintahannya nanti.

Menurut Jokowi, ia tak membedakan antara profesional dan kubu partai yang nantinya mengisi kabinet.

Jokowi mengungkapkan, yang paling terpenting mereka memiliki kapasitas, manajerial dan integritas.

“Jadi kita enggak usah bedakan antara profesional dan partai,” tegas Jokowi.

Sandiaga Uno Bantah Dapat Jabatan dari Kubu Jokowi-Maruf

 Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membantah mendapatkan tawaran jabatan dari kubu Jokowi-Maruf.

Hal itu sekaligus membantah pernyataan Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Ke saya sih enggak ada. Nanti mungkin bisa dicek ke Pak Prabowo, tapi ke saya enggak ada tawaran sama sekali,” ungkap Sandiaga Uno ditemui usai menghadiri acara di Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan pihaknya masih fokus menyelesaikan proses pemilu hingga ke tahap akhir.

“Saya yakin semua pihak masih menahan diri karena ini kan bukan tentang bagi-bagi jabatan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dahnil menyebut Prabowo-Sandi ditawarkan jabatan politik.

“Banyak sekali tawaran-tawaran jabatan ke Prabowo, Bang Sandi. Bang Sandi berulang kali menyebutkan bahwa ia tidak akan tertarik dengan tawaran-tawaran jabatan,” kata Dahnil, Kamis (23/5/2019).

Ingin Ketemu Prabowo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku ingin bertemu dengan calon presiden Prabowo Subianto untuk menyejukkan kondisi masyarakat setelah pelaksanaan pencoblosan pada 17 April 2019.

Jokowi mengaku telah menyampaikan keinginan tersebut ke pihak Prabowo setelah pencoblosan.

Namun, hingga saat ini pertemuan belum juga dilaksanakan. 

“Yang jelas setelah coblosan sudah saya sampaikan, kita berkeinginan berinisiatif untuk bertemu, sampai sekarang belum bertemu. Tidak ada hambatan,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5/2019) .

Menurutnya, pertemuan dirinya dengan Prabowo dapat membawa suasana yang positif bagi masyarakat setelah menjalani masa kampanye delapan bulan. 

“Ya kan diliat baik oleh masyarakat, akan dilihat baik oleh rakyat, mendinginkan suasana, bahwa di elite-elite politik, baik-baik saja, engak ada masalah, saya kira paling penting itu. Kalau elitnya rukun, baik-baik saja, di bawah juga kan dingin, akan sejuk,” paparnya.

Sementara terkait pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Prabowo tadi malam, kata Jokowi, hal tersebut merupakan inisiatif dirinya bersama Jusuf Kalla. 

“Atas inisiatif pak JK dan saya (pertemuan itu). Nanti kalau pak Wapres sudah menyampaikan ke saya, baru saya bicara. Harusnya tadi pagi dengan pak Wapres, tapi karena beliau ada urusan yang, suya juga ada. Kalau sudah ketemu nanti saya sampaikan,” paparnya. 

Penulis: Kurniawati Hasjanah 

( Uri.co.id  Ditanya Soal Bagi-bagi Jatah Menteri di Kabinet, Reaksi Jokowi Buat Pembawa Acara Terpingkal) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!