Kerja 21 Jam Sehari, Reino Barack Ungkap Cara Cerdik Dapat Kerja Meski Sempat Diabaikan Orang Jepang

oleh

Kerja 21 Jam Sehari, Reino Barack Ungkap Cara Cerdik Dapat Kerja Meski Sempat Diabaikan Orang Jepang

Uri.co.id – Berasal dari keluarga kaya raya tak membuat hidup Reino Barack diberikan kemudahan oleh kedua orangtuanya.

Reino Barack pun mengaku, sejak kecil hidupnya diharuskan mandiri oleh kedua orangtuanya.

Karenanya, ketika memasuki usia remaja, Reino Barack sudah harus merantau guna menuntut ilmu di Eropa seorang diri.

Selesai menempuh pendidikan di benua Eropa, Reino Barack muda pun harus berjuang agar bisa bersaing di dunia pekerjaan.

Adalah negara Jepang yang menjadi tempat Reino Barack dalam mengasah kemampuannya selama berkuliah.

Namun saat itu, dijelaskan Reino Barack, dirinya harus merasakan ritme bekerja yang sangatlah padat.

Ya, Reino Barack mengaku pernah bekerja selama lebih dari 21 jam dalam sehari.

Kala itu, Reino Barack bekerja dalam program magang di perusahaan sebuah bank investasi di Jepang.

“Saya selesai sekolah di Perancis tahun 2007. Saya 2005 dan 2006 itu magang di Jepang, di perusahaan bank investasi. Saya pertama kali kerja umur 20-21 tahun. Dan waktu saya kerja di bank investasi itu saya kerjanya gila,” ungkap Reino Barack dilansir dari tayangan channel Youtube Medcom id edisi Minggu (26/5/2019).
Reino Barack cerita saat dirinya bekerja selama 21 jam di Jepang

Reino Barack cerita saat dirinya bekerja selama 21 jam di Jepang (Youtube channel Medcom id)

Lebih lanjut, Reino Barack pun mengungkap bahwa dirinya sudah harus tiba di kantornya pukul 06.55 waktu Jepang.

Dihadapkan pada tiga buah komputer serta pekerjaan yang menumpuk, Reino Barack muda pun harus pulang ke rumah pada pukul 03.00 waktu Jepang.

Saat mengalami masa-masa sulit itu, Reino Barack mengaku harus mengalami perasaan tak enak.

Sebab, saat bangun tidur, dirinya tak sempat untuk mandi karena harus langsung berangkat lagi ke kantor.

Perasaan lelah dan capek pun menghantui Reino Barack kala itu.

Tak cuma lelah secara fisik, Reino Barack juga sampai mengalami kelelahan secara psikisnya.

“06.55 pagi saya sudah di meja kerja dengan tiga komputer. Pulangnya jam 03.00 pagi. Itu betul-betul enggak mandi, enggak gosok gigi, enggak cuci muka, langsung blek, kaya orang mati. Dan itu capeknya luar biasa. Dan itu capeknya bukan fisik ya, capek otak lebih capek daripada kita olahraga,” imbuh Reino Barack.

Keadaan itu lah yang akhirnya membuat Reino Barack sempat jatuh sakit.

Kala itu, Reino Barack sempat meminta izin kepada sang bos ketika sudah bekerja selama 19 jam lamanya.

Reino Barack meminta izin untuk pulang lebih dulu ke rumah karena badannya sudah demam.

Namun, bukannya diizinkan, sang bos justru bertanya mengenai pekerjaan Reino Barack apakah sudah selesai atau belum.

“Satu hari itu hari Jumat saya jam 01.00 badannya udah panas. Saya tanya sama bosnya, ‘mohon maaf saya udah mulai pusing, saya udah demam, apakah boleh pulang ?’. Saya ditanya lagi ‘apakah kerjaan lu udah selesai ?’ (Reino Barack jawab) ‘belum’. Artinya tidak boleh,” kata Reino Barack.

Pengalaman kurang menyenangkan Reino Barack ketika pertama kali bekerja rupanya tak hanya itu saja.

Reino Barack juga mengaku pernah bekerja di sebuah perusahaan ternama namun tidak diberikan detail pekerjaan yang jelas.

Sebab, saat sudah diterima bekerja, Reino Barack justru diminta untuk mencari sendiri pekerjaan apa yang bisa ia kerjakan.

Sebagai orang baru, Reino Barack pun diminta untuk berkenalan dengan semua karyawan yang ada di kantor tersebut.

Alasannya adalah agar Reino Barack bisa memperoleh pekerjaan dari para karyawan tersebut.

“Pertama kali saya masuk ke perusahaan, itu perusahaan besar sekali. Dan saya tidak dikasih modal apapun untuk bekerja. Big bos nya (bilang) ‘lu kenalan dulu sama semua orang. Semua kerjaannya gila-gilaan dan pasti ada kerjaan buat lu, lu cari sendiri'” ungkap Reino Barack dilansir Uri.co.id.

Perintah sang bos pun segera dipatuhi Reino Barack.

Namun bukannya berjalan lancar, Reino Barack justru harus merasakan kebuntuan tatkala para karyawan Jepang itu justru mengabaikan dirinya.

“Pertama-tama saya datangin nih. Mereka kan sibuk, telepon aja ada dua, kanan kiri. Saya mau memperkenalkan diri aja tuh susahnya minta ampun. Karena mereka sibuk. (Reino Barack perkenalan) ‘mohon maaf, saya magang di sini, nama saya Reino blablabla’. (Dijawab) ‘iya iya oke’. Terus muter (perkenalan ke) 10 orang, enggak efektif,” cerita Reino Barack.

Merasa caranya tak efektif, Reino Barack pun akhirnya berdiam diri sambil mencari cara lain agar dirinya bisa mendapat pekerjaan.

Usai berpikir selama beberapa saat, Reino Barack pun akhirnya menemukan ide cerdik saat melihat seorang pengantar surat alias tukang pos di kantornya.

“Akhirnya saya menemukan ide cemerlang. Saya sambil bengong di tempat duduk saya, mikir, gimana ya. Terus saya melihat ada orang keluar masuk pakai baju kuning bawa amplop banyak, itu mail man (tukang pos), orang yang mengantarkan surat,” imbuh Reino Barack.

Saat melihat sang tukang pos, Reino Barack merasa takjub karena sosok tersebut bisa diterima oleh para karyawan di kantornya.

Karenanya, Reino Barack pun berinisatif untuk menggantikan peran sang tukang pos di kantornya.

“Saya cegat (tukang pos dan bilang) ‘sorry, lu mau ngasih ke semua orang di floor ini kan ? Boleh enggak gue yang ngerjain ?'” tutur Reino Barack seraya memeragakan percakapannya dengan tukang pos.

Mendengar permintaan Reino Barack, sang tukang pos awalnya menolak.

Namun lama kelamaan, sang tukang pos pun sepakat bahwa yang mengantarkan surat ke meja masing-masing karyawan adalah Reino Barack.

Pekerjaan mengantar surat itu pun rutin dilakukan Reino Barack selama satu minggu.

Hingga akhirnya, pengorbanan Reino Barack itu pun membuahkan hasil.

Sebab, usai seminggu mondar-mandir untuk mengantarkan surat, para karyawan pun akhirnya sadar bahwa yang memberikan surat untuk mereka bukanlah tukang pos.

Reino Barack pun dianggap karyawan di kantornya sebagai sosok pria yang rapi karena mengenakan dasi, berbeda dengan sosok tukang pos yang selama ini mereka kenal.

Alhasil, Reino Barack pun mulai dikenal oleh para karyawan di kantornya dan diminta untuk memperkenalkan diri.

“Jadi saya satu minggu menjadi tukang antar surat. Tapi bagusnya, waktu si banker ini ngelihat ‘kok anak yang ngirimin surat pakai dasi ?’ Akhirnya bukan saya yang memperkenalkan diri tapi saya yang ditanya ‘lu siapa sih ?'” kata Reino Barack.

Perkenalan singkat dengan para karyawan itu pun tak disia-siakan Reino Barack.

Reino Barack langsung memberikan nomor mejanya jika para karyawan itu membutuhkan bantuannya.

“Dari situ saya mulai (memperkenalkan diri ke semua karyawan).’Sebenarnya saya lagi magang, saya bukan orang Jepang tapi orang Indonesia jadi bisa dua bahasa ya plus bahasa Inggris. Jadi kalau ada kerjaan ini nomor extension saya tolong telepon,” jelas Reino Barack.

Ide cemerlang Reino Barack itu pun akhirnya berjalan dengan sukses.

Sebab, usai dari idenya itu berjalan, Reino Barack mengaku langsung mendapat banyak tugas dan pekerjaan.

Namun, Reino Barack mengaku bahwa idenya itu juga berujung tragis.

Sebab, Reino Barack harus pulang malam karena menyelesaikan pekerjaan yang banyak dari karyawan lain.

“Habis itu jadi banyak kerjaannya. Ya tapi jadi senjata makan tuan sih karena jadi pulang malam,” tutup Reino Barack mengakhiri kisahnya.

Tonton tayangan lengkapnya : ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!