Eksekutor Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Ternyata Desersi Tahun 2007

oleh

Uri.co.id, CIBINONG – Pria berinisial TJ, tersangka eksekutor rencana pembunuhan 4 tokoh nasional rupanya sudah sembilan tahun tak tinggal di kampung halamannya di Cibinong, Bogor.

Ia dan keluarganya pindah tanpa surat pengantar ke sebuah kontrakan sederhana berukuran 3×5 meter di Kampung Cirimekar, RT 02/03, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kontrakan tersebut berjarak beberapa kilometer dari rumah asalnya di Jalan HM Asyari, RT 05/01, Kelurahan Cibinong.

‘Iya RT-nya saya masih di sana kan dulu mah rumah asli di sana, karena rumah keluarga, saya jual bagi-bagi gitu, belum kebeli rumah lagi ya saya ngontrak di sini,” kata istri TJ, LT saat ditemui Uri.co.id di kontrakannya, Kamis (30/5/2019).

LT mengaku bahwa suaminya itu memang desersi tentara.

Ia menjelaskan bahwa suaminya mulai masuk menjadi tentara pada tahun 1999-2000.

“Betul dulunya tentara, masuk tahun sekitar 1999-2000, berhenti tahun 2007, desersi. Kemarin surat pemberhentiannya sudah dikasihin ke penyidik,” kata Lita.

Ia mengatakan bahwa setelah tak lagi menjadi anggota TNI, suaminya kemudian bekerja sebagai satpam.

Setelah menjadi satpam, kata Lita, TJ beralih profesi menjadi sopir pribadi pria berinisial HK, yang diketahui sebagai Leader rencana pembunuhan 4 tokoh nasional.

“(Pekerjaan) Sopir, suka nyopirin dia, pas udah berhenti jadi satpam, dulu kan, nyupir gitu, nyopirin pak H (HK) itu nyupir nya mah,” kata Lita.

Diberitakan sebelumnya, TJ merupakan salah satu dari 6 tersangka yang sudah ditangkap polisi terkait rencana pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dalam rangkaian kasus kerusuhan 22 Mei.

TJ berperan sebagai eksekutor yang menguasai senjata api laras panjang dan pendek. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!