Suasana Pelaksanaan Sholat Ied di Kebun Raya Bogor, Diikuti Ribuan Warga

oleh

Uri.co.id, BOGOR TENGAH – Ribuan warga Bogor mengikuti pelaksanaan shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor, Rabu (5/6/2019).

Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dilaksanakan di Lapangan Astrid Komplek Kebun Raya Bogor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya R Hendrian mengatakan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor sudah berlangsung sejak tahun 1990-an.

Menurutnya dengan diadakannya Shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor menunjukan bahwa Kebun Raya dimiliki oleh seluruh lapisan warga masyarakat, baik itu Warga Bogor dan masyarakat Indonesia.

“Kami merasa senang karena ini menunjukan bahwa Kebun Raya Bogor ini juga menjadi milik masyarakat Bogor jadi ada rasa memiliki jadi tidak eklusif hanya untuk warga kebun raya saja, tapi ini milik bogor dan milik Indonesia,” katanya.

Pada pelaksanaan shalat Idul Fitri khitub diisi oleh Dr Kh MA Badruddin Hsubky M.HI yang merupakan dosen UIKA.

Dalam khutbahnya khotib menyampaikan apa saja yang bisa dilakuakn setelah Ramadhan dan bagaimana menjaga silaturahmi.

Sementara itu Waki Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan bahwa melaksanakan shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor sangat sejuk.

Rimbunya pepohonan dan kicauan suara burung membuat suasana semakin tenang.

“Tadi saya mengingatkan dan ini sangat berkesan buat saya Kebun Raya Bogor yang sangat indah dan sejuk ini menambah ke khusyuan shalat ied ini,” katanya.

Selain itu Dedie juga mengingatkan agar masyarakat saling merawat dan menjaga tali silaturahmi.

“Saya fikir tadi pesannya baik dari pak wali ataupun pak khotib menyampaikan kita harus menjaga silaturahmi dan menjaga kondusifitas Kota Bogor kedepann ya jangan sampai setelah puasa lebaran ini kita melupakan hal-hal yang justru kita gali saat bulan Ramadhan ,” katanya.

Dalam pelaksanakaan Shalat Idul Fitri itu juga turut hadir Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Sekda Kota Bogor Ade Sarip, unsur Musyawarah Pimpinann Daerah (Muspida) dan Musyawarah pimpinann kecamatan (Muspika). ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!